lesforgesdessalles.info Business GRATIS NOVEL ILANA TAN IN A BLUE MOON PDF

Gratis novel ilana tan in a blue moon pdf

Wednesday, November 28, 2018 admin Comments(0)

If you could be interested to read this In A Blue Moon Ilana Tan Pdf This online library can be great methods for you to find your book with. In A Blue Moon By Ilana Tan - [FREE] IN A BLUE MOON BY ILANA TAN An attempt Suddenly Lose Interest In Their Woman And How To A Modern Book Of. PDF In A Blue Moon Ilana Tan Download Free of book you are searching for. The digital books is nearby in many formats. pick to gain access to in PDF.


Author: SHANIQUA HOVELSON
Language: English, Spanish, Arabic
Country: Qatar
Genre: Personal Growth
Pages: 496
Published (Last): 03.06.2016
ISBN: 746-8-48206-460-7
ePub File Size: 19.88 MB
PDF File Size: 9.61 MB
Distribution: Free* [*Regsitration Required]
Downloads: 35515
Uploaded by: FERNANDO

Register Free To Download Files | File Name: Novel Ilana Tan In A Blue Moon PDF. NOVEL ILANA TAN IN A BLUE MOON. Download: Novel Ilana Tan In A. Why you should read this book? This In A Blue Moon Ilana Tan Pdf is truly fascinating to review. This is why the factor for people intend to. Ebook Download, Free In A Blue Moon By Ilana Tan Download Pdf, Free Blue Moon Of Kentucky Tab By Dick Mahoney - Free Sheet Music.

Sepertinya Lucas Ford baru saja memasuki ruangan. Mereka memang pernah ingin memesan meja di Ramses. May Dan ada sesuatu dalam nada suara Adrian saat itu yang membuatnya penasaran. Palmerah Barat 29—33, Jakarta Spencer menatap Sophie dengan alis terangkat.

Aku tadi sempat menghubungi ponselmu. Sophie sedang memberikan sentuhan terakhir pada tartlet- tartlet-nya ketika George muncul di ambang pintu dalam dapur dan berkata. Hal itu membuat perasaannya tidak 46 enak.. Sayang sekali. Anda tidak mengganggu. Ia tidak suka berbohong. Maafkan aku karena sudah mengganggumu. Ia tidak percaya ini. Dari penampilan luar. Bo sudah bekerja di A Piece of Cake sejak toko ini dibuka dan ia adalah manajer di sini..

Sophie mengerang dan mencengkeram gagang telepon dengan geram Ia ingin melempar gagang telepon itu ke seberang ruangan. Ia berumur 45 tahun. Sampai jumpa. Apa-apaan itu tadi? Pria tua itu menjebaknya.

Memasang hiasan Natal bersama sudah menjadi tradisi mereka sejak dulu. Sophie sedang meluruskan rangkaian lampu-lampu Natal yang kusut di gudang ketika Christina muncul dan berkata. Seolah-olah bisa menyadari kedatangan Sophie. Wajahnya memanas dengan cepat. Sophie berhenti melangkah sejenak. Lucas Ford berbalik sebelum Sophie sempat mencapai dirinya. Ia menarik napas dalam-dalam dan menggerutu.

Lucas Ford mengangkat bahu. Tangan Sophie berhenti bergerak. Sebagai gantinya ia kembali mengangkat wajah menatap Lucas Ford dengan tenang dan berkata. Lucas Ford tersenyum dan langsung berkata. Ia harus memikirkan kakeknya. Namun tentu saja Sophie tahu ia tidak akan melakukan kedua hal itu.

Sophie tidak ingin merusak persahabatan itu hanya gara-gara ia membenci Lucas Ford. Lucas Ford langsung berjalan ke arah sofa yang dimaksud dan duduk di sana. Saat ini ada dua hal yang bisa dilakukannya. Ia membuka mulut untuk mengatakan sesuatu. Sophie tetap berdiri di tempat dan menatapnya dengan perasaan dongkol.

Aku tidak keberatan. Setelah berkata begitu. Ia melepaskan rangkaian lampu Natal dari tubuhnya dan menjatuhkannya ke pelukan Bo. Sophie berhenti tepat di depan laki-laki itu dan berkata ketus. Aku pergi dulu. Tidak akan lama. Tidak berhasil. Merasa perlu melakukan sesuatu untuk meredakan ketegangan. Kafe kecil itu memiliki kesan zaman dulu. Setelah beberapa detik. Keheningan di dalam mobil terasa mencekam dan 52 membuat Lucas gelisah. Lucas berdeham dan membuka percakapan.

Bahasa tubuhnya menunjukkan bahwa ia sama sekali tidak berniat berlama-lama di sana. Lucas melepaskan jaket dan menggantungkannya di tiang gantungan di samping perapian. Perapian besar menyala riang di ujung ruangan.

Gadis itu duduk bersedekap di salah satu dari empat kursi berlengan empuk yang mengelilingi meja kaca antik berbentuk bulat.

Tan a pdf blue ilana moon novel in gratis

Pinggulnya benci tangga. Lucas melihat Sophie hendak menggeleng. Bahkan tasnya masih tergantung di bahunya. Lucas melihat ada meja kosong di dekat perapian dan berkata. Sophie tidak melakukan hal yang sama. Kafe itu bertingkat dua. Ia merogoh tas.

Sophie menurunkan ponsel dari telinga dan berkata tanpa menatap Lucas. Coba telepon kakekmu. Ia menatap Sophie sambil berpikir. Perasaan Lucas tidak enak memikirkan bahwa dirinyalah yang mungkin telah melenyapkan kehangatan di mata cokelat gelap itu. Aku ingin tahu mereka sudah sampai di mana. Mereka membuat scone yang enak di sini. Lucas mengambil kesempatan itu untuk mengamati gadis yang duduk di hadapannya. Waktu sepuluh tahun telah 54 mengubah Sophie Wilson.

Setelah beberapa saat. Lagi pula aku agak lapar. Setelah si pelayan pergi. Matanya yang biru gelap menatap Sophie lurus-lurus. Sophie mendengar pertanyaan itu. Ia menatap Lucas Ford dan berkata. Menurut Sophie.

Sudah banyak anak perempuan di sekolahnya yang terpesona karena mata itu. Sophie mengernyit mengingat ia dulu juga termasuk orang yang merasa warna mata laki-laki itu sangat unik. Jadi lupakan saja. Kau ada di mana? Akan 56 kusampaikan padanya.. Ia meraih poci teh dan menuangkan isinya ke dalam cangkirnya dan cangkir Sophie. Sophie mengembuskan napas kesal. Sophie tersenyum kecil untuk berterima kasih kepadanya sebelum pelayan itu pergi.

Lucas Ford tersenyum kecil. Sophie mengembuskan napas dan berdiri. Lucas juga duduk kembali. Sophie memutar bola matanya. Setelah berpikir beberapa detik. Setelah menarik napas panjang. Sophie menyipitkan mata. Atas semua yang pernah kulakukan dulu. Ia terlihat resah dan gugup. Lucas juga menyesap tehnya. Mungkin untuk mengurangi perasaan bersalahmu. Sementara otaknya mencerna kata-kata Lucas.

Jadi a-aku. Teman-temanku curiga dan mulai bertanya. Lucas mengangguk. Sophie mengernyit. Setelah itu ia mengangkat wajah menatap laki-laki itu. Di dunia ini memang ada orang-orang yang tega dengan sengaja menyakiti orang lain demi menyelamatkan diri sendiri. Suaranya terdengar seperti suara orang lain di telinganya sendiri. Dan Lucas Ford adalah orang seperti itu. Lucas Ford mengalihkan pandangan. Jadi ia diam saja. Dan ketika Sophie berbalik dan berjalan keluar dari kafe tanpa menoleh ke belakang lagi.

Ia tidak pernah merasa seburuk ini sebelumnya. Ia ingin menarik kembali kata-katanya kalau bisa. Lucas tetap diam tidak bergerak.

Gadis itu berdiri dengan perlahan. Ia masih diam ketika Sophie mengucapkan selamat tinggal kepadanya dengan caranya yang dingin. Jared Newt. Coba ulangi pertanyaanmu. Lucas mengangkat wajah dan menyandarkan punggung ke sandaran kursi putarnya.

Dia bahkan mengancam akan menyerahkan Ramses kepada sepupu jauhku kalau aku sampai tidak menerima pertunangan ini.

Bukankah Miranda bisa ditenangkan dengan bunga dan kata- kata manis? Kau sudah bertunangan? Sophie Wilson masih membencinya. Ternyata Lucas gagal. Parlor kemarin sore. Jadi ancamannya tidak penting.. Lucas mendengus. Ia baru hendak membuka mulut untuk memulai ketika Lucas mengangkat sebelah tangan untuk menghentikannya. Kau kira ini sinetron?

Kakekku selalu bersikap dramatis dan aku sudah terbiasa. Tiba-tiba Lucas mencondongkan tubuh dengan cepat dan kembali memusatkan perhatian pada CV-CV yang tersebar di meja. Di Madison Avenue. Jared mencondongkan tubuh dan membaca nama yang tertera di CV yang ditunjuk. Lalu kenapa?

Brownie yang benar memang seperti itu. Brownie-nya akan mengeras apabila sudah didinginkan. Sophie Wilson. Selain sebagai tempat berkumpul dan bermain bagi anak-anak.

Almarhum nenek Sophie dulu adalah sukarelawan aktif di sini dan kadang-kadang juga mengajak Sophie ikut membantu apabila Sophie memiliki waktu luang. Ia sudah berhasil menghindari Lucas Ford selama hampir seminggu.

Sophie membungkuk untuk mengintip ke dalam oven. Sophie pun meneruskan usaha neneknya. Lucas Ford menegakkan tubuh dan tersenyum polos. Setelah neneknya meninggal dunia. Sophie tetap memberengut dan menepis tangan laki-laki itu. Sophie mengerutkan kening. Lucas Ford termasuk sembarang orang bagi Sophie—di mana Sophie berada? Lucas Ford memandang berkeliling. Karena itulah dia bersedia memberikan alamat tempat ini kepadaku. Kenapa Lucas Ford ingin menemuinya? Kenapa laki-laki itu datang mencarinya sampai ke Brooklyn?

Dan berani-beraninya George memberitahu sembarang orang—ya. Dan menjengkelkan. Kukatakan padanya aku ingin berbicara denganmu tentang dirinya. Ikut aku. Matanya melebar kagum. Aku akan segera kembali. Sophie berusaha menenangkan diri dan menjawab sekali lagi dengan nada yang lebih tenang. Lucas mengangkat alis mengamati ruangan itu. Sophie mengangkat bahu acuh tak acuh. Ia memang tidak berharap Sophie akan mengajaknya ke ruang duduk yang nyaman agar mereka bisa berbicara dengan santai.

Benar juga. Tidak ada orang yang akan masuk ke ruangan ini. Lucas menyusulnya dan melangkah memasuki ruangan yang ternyata sedang dalam proses renovasi.

Kemudian Sophie membuka pintu di sebelah kiri dan masuk. Tetapi itu sebelum ia tahu siapa pemilik Ramses. Ternyata itu sebabnya ia langsung memberitahu Lucas Ford di mana Sophie berada. Sophie memang sudah tahu. Aku yakin dia bisa bekerja dengan baik.

Apakah hasil pekerjaannya baik? Kakekmu menculik kakekku. Lucas mengangguk-angguk. Sophie bersedekap. Tapi sepertinya kakekku sedang merencanakan sesuatu. Untuk menyenangkan hatinya. Kurasa sekarang kau juga sudah tahu. Mungkin gadis itu akan marah. Tapi kurasa kita bisa mencegah kakekku ikut campur lebih jauh.

Lucas menguatkan diri menghadapi semua kemungkinan itu dan berkata. Aku tidak mengusulkan agar kita bertunangan. Tiba-tiba saja kenangan menyakitkan dari masa lalu kembali terbayang. Lucas Ford meliriknya sekilas. Ia hanya menatap Lucas Ford dengan curiga.

Sophie merasa masih ada alasan lain yang ingin dikatakan 73 laki-laki itu. Dia juga tidak akan mencari komplotan untuk membantunya. Siapa yang menyangka kejadian sepuluh tahun yang lalu masih bisa terasa menyakitkan? Suara Lucas Ford menyela jalan pikirannya.

Akhirnya Sophie bertanya. Kita semua bisa hidup tenang. Sementara itu Lucas Ford juga menatapnya dengan ragu. Spencer juga sudah punya cukup banyak pasien yang harus dicemaskan tanpa perlu mencemaskan Sophie. Ia mengangkat wajah dan bertanya. Kalau ia menerima usul Lucas Ford. Sophie mengangguk. Tyler baru saja menikah dan Sophie tidak ingin kakaknya itu diganggu karena masalah dirinya.

Kau boleh menentukan waktu pertemuan kita untuk minggu ini. Jadi alasannya bukan karena George. Ia menuliskan sederet angka di bagian belakang kartu dan menyodorkannya kepada Sophie. Sophie bukan martir. Memangnya kau mau anak-anak di sini hanya makan sandwich selai kacang? Apa rencanamu? Itu sudah lebih dari cukup. Semua orang menyukai Lucas Ford. Ia menjawab semua pertanyaan dengan sabar.

Semua orang. Kekesalan Sophie terbit. Ini tidak adil. Nada suaranya terdengar ketus walaupun ia sudah berusaha mengendalikan diri. Ia menoleh dan melihat laki-laki itu menatapnya dengan alis terangkat. Ia tidak mendapat kesulitan mengumpulkan orang-orang yang bersedia membantunya.

Kenapa hanya Sophie yang tahu siapa Lucas Ford sebenarnya? Kenapa orang-orang lain tidak bisa melihat apa yang dilihat Sophie? Setengah jam kemudian. Lucas Ford menghadapi semua itu dengan sangat baik. Lucas Ford melepaskan cengkeramannya di siku Sophie dan menjejalkan kedua tangan ke saku jaket. Sophie melepaskan celemek dengan cepat. Sophie mengembuskan napas dengan kesal. Ia baru saja berjalan menyusuri trotoar di depan gedung Jump Start ketika ia mendengar pintu depan terbuka lagi dan suara Lucas Ford yang memanggil namanya.

Bukankah semua orang bersenang-senang? Kenapa hanya aku yang membencimu? Apakah aku salah? Apakah kau sebenarnya tidak seburuk yang kuduga? Tiba-tiba saja aku merasa buruk karena menjadi satu-satunya orang yang membencimu. Kemudian aku harus mengingatkan diriku sendiri bahwa aku tidak salah.

Aku berhak membencimu. Aku membencimu atas 78 apa yang pernah kaulakukan padaku dan aku membencimu karena membuatku meragukan diriku sendiri! Napasnya berubah menjadi kepulan uap putih yang dengan cepat menghilang di udara.

Namun, ia tidak bisa bereaksi. Selama beberapa saat tidak terdengar apa pun di sekeliling mereka, selain desiran angin yang samar dan suara klakson mobil di kejauhan. Jalanan sepi, tidak ada mobil yang lewat. Manusia bisa berubah, Sophie. Sophie Wilson mendengus, namun seulas senyum samar tersungging di bibirnya. Senyum itu pertanda baik, bukan? Walaupun senyum itu muncul dan menghilang dalam waktu sepersekian detik. Walaupun senyum itu mungkin hanya hasil imajinasi Lucas sendiri.

Kau kubiarkan lolos hari ini. Itu juga pertanda baik. Lucas tersenyum kecil.

DIA tidak menelepon. Lucas menatap ponselnya yang tergeletak di meja sarapan dan mendesah. Tetapi, apakah hal itu mengejutkan?

Sama sekali tidak. Lucas mendecakkan lidah, meraih surat kabar pagi, lalu menyesap kopinya. Awalnya ia ingin membiarkan gadis itu yang menentukan langkah selanjutnya, karena Lucas tidak ingin mengambil risiko membuat kesalahan apa pun.

Tetapi kini, setelah melihat Sophie Wilson sepertinya tidak berniat melakukan apa-apa, mungkin Lucas yang harus mengambil tindakan lebih dulu. Dan berikan surat kabarnya kepadaku. Kakeknya mendecakkan lidah. Jadi kami baik-baik saja. Aku punya nomor teleponnya. Kau mau Aku tahu apa yang harus kulakukan. Bahunya melesak. Bukankah temanmu pernah mengundang kita menghadiri pembukaan pameran lukisannya? Pembukaannya hari ini. Lucas hanya tersenyum kecil melihat sikap kakeknya. Ternyata bukan telepon yang ditunggu-tunggunya.

Tetapi ketika ia melirik ke arah kakeknya yang pura-pura membaca surat kabar namun sebenarnya sedang menguping pembicaraannya. Lucas baru hendak membalas ketika ponselnya mendadak berdering. Simon memang mengundang mereka. Mendengar nama Miranda. Di Williamsburg? Aku akan menjemputmu jam tujuh. Lebih menyenangkan. Sama seperti aku tidak keberatan dia pergi bersama pria lain. Dia tidak keberatan aku pergi bersama wanita lain. Kami sepakat 85 menjalin hubungan terbuka seperti itu.

Satu angka untuknya. Senyum Lucas melebar puas. Wajahnya yang bulat dan riang terlihat kemerahan. Senang sekali kau bisa hadir. Ia tidak pernah bisa mengerti. Banyak juga orang yang mengagumi hasil karyamu. Simon Art menghampiri mereka dengan langkah lebar dan senyum yang sama lebarnya. Miranda tertawa kecil dan menggeleng-geleng. Dia sangat menyukai lukisan di belakang kami ini.

Hari ini ia tidak mengemudi. Ia menoleh cepat dan mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan. Beberapa detik kemudian matanya menemukan sosok yang dicarinya. Sementara ia menunggu bartender menyiapkan minuman Miranda yang cantik. Sophie Wilson Sophie Wilson berdiri di antara sekelompok orang tidak jauh dari bar.. Ia menerima gelas itu. Minuman Anda. Aku tidak akan lama. Apa katanya tadi? Tiba di depan bar. Sophie menggeleng.

Mata Lucas menyipit. Setelah itu ia menyingkir ke samping. Matanya melebar melihat Lucas Ford yang mendadak sudah berdiri di sampingnya. Ia menerima segelas anggur putih yang disodorkan bartender dan mengucapkan terima kasih. Beberapa hari yang lalu. Sophie menoleh ke arah suara bernada menuduh itu. Orang yang melukis semua lukisan aneh ini adalah temanku. Tiba-tiba ia merasa sikunya disentuh. Nah, untuk yang ketiga kalinya, bagaimana kau bisa berubah dari tunanganku menjadi kekasih orang lain?

Kalau kau sudah menjadi kekasih orang lain, kakekku pasti tahu dan dia pasti sudah memperingatkanku tentang saingan yang harus kuhadapi. Karena kakekku tidak berkata apa-apa, itu artinya kau masih lajang sebelum menjadi tunanganku. Lucas meliriknya dengan tajam. Alis Lucas Ford terangkat menantang. Itu saja. Ternyata otak Lucas Ford cukup tajam.

Lalu matanya beralih ke arah Lucas. Lucas Ford. Tipe pesolek, pikir Lucas dalam hati. Jangan-jangan Sophie Wilson menyukai tipe pria seperti ini? Tutup mulutmu. Dia bukan tunanganku. Nicholas Li menatapnya dengan terkejut dan langsung beringsut mundur. Lucas mengepalkan tangan dan mengerang dalam hati. Oh, demi Tuhan! Tidak bisakah mereka berbicara sebentar saja tanpa diganggu?

Ia menarik napas untuk mengendalikan diri sejenak sebelum akhirnya menoleh ke arah Miranda. Miranda memang sangat cantik.

Jenis kecantikan yang menonjol, menuntut perhatian, dan kadang-kadang mengintimidasi. Aku dan Simon ingin kau berkenalan dengan Halo, aku Miranda Young. Sophie juga tersenyum dan menjabat tangan Miranda.

Sayang sekali aku belum pernah mencobanya. Model tidak boleh makan sembarangan. Yang benar saja! Bukankah begitu, Lucas? Ada yang ingin kubicarakan dengan Sophie. Lucas terkekeh. Dan kau juga. Kupikir dia pasti sudah memberikannya kepadamu. Sepertinya Sophie juga tahu ia tidak serius. Lucas menggerutu pelan dan membiarkan Sophie kembali ke sisi kekasih gadungannya. Ia berjalan tanpa suara menyusuri koridor dan berhenti di depan pintu kamar kakeknya.

In a Blue Moon-ilana Tan

Lucas nyaris tergoda meninggalkan Miranda di sana dan pulang sendiri. Tiba-tiba ponselnya bergetar tanpa suara. Ia juga mengerti maksud pesan itu. Ia mengeluarkan ponselnya dan memeriksanya. Ia baru saja melangkah masuk ke kamar ketika ponselnya berdenting. Ini dia. Tidak mengerti.

Sophie meletakkan ponsel di atas nakas dan menarik selimut sampai ke dagu. Tidak lama kemudian. Akhirnya Sophie Wilson memberikan nomor teleponnya kepada Lucas. Lucas pun mengabaikannya dan mulai melepaskan jas dan sepatunya. Ia tahu siapa pengirimnya. Setelah itu ia menutup pintu kembali dan masuk ke kamar tidurnya sendiri.

Dari nomor tak dikenal yang sama. Dengkuran kakeknya menunjukkan bahwa kakeknya sudah tertidur lelap. Dari nomor tak dikenal. Seulas senyum puas penuh kemenangan tersungging 99 di bibir Lucas. Hanya itu bunyi pesannya. Isi pesannya kali ini: Aku masih membencimu. Lalu ia menekan tombol kirim sekuat tenaga. Apakah kau tahu hanya ada garis tipis yang memisahkan perasaan benci dan cinta? Jurang yang sangat besar dan sangat dalam. Lucas sedang menggosok gigi di kamar mandi ketika pesan balasan Sophie masuk.

Itu bukan urusanmu. Lucas terkekeh pelan dan membalas. Ia baru hendak mengembalikan ponsel ke nakas ketika ponsel dalam genggamannya bergetar lagi. Bukan garis tipis dalam kasusku. Sophie meringis. Jangan bilang dia masih bersamamu. Dan untuk yang ke kalinya. Jari-jarinya pun mengetik dengan cepat. Akan kusimpan nomor ini baik-baik. Selamat tidur. Semoga mimpi indah. Mungkin tentang aku? Ia yakin gurauan kelewat manis itu akan membuat Sophie Wilson sebal setengah mati.

Selama dia masih menganggap kita bertunangan. Tidak ada waktu melayani omong- kosongmu. Aku membencimu. Balasan gadis itu singkat saja. Lucas pun segera membalas. Lucas duduk di tepi ranjang sambil membaca pesan itu dan tersenyum.

Karena gadis itu tidak ada di dekatnya untuk melayangkan salah satu pukulan mautnya.

Pdf moon blue gratis novel in tan ilana a

Aku tidak. Beberapa detik kemudian. Sepertinya Lucas Ford baru saja memasuki ruangan. Lucas Ford mendesah berlebihan di ujung saja.

Katanya dia yakin kau belum menonton pertunjukan ini. Dia sedang melihat tiket pertunjukannya dan. Baru saja tiba. Ia melihat Lucas Ford sedang berbicara dengan Christina yang berdiri di balik konter. Kita baru saja bertemu di acara pameran lukisan itu tiga hari yang lalu. Kenapa kita harus bertemu lagi hari ini? Benar saja. Akhirnya Lucas Ford mendesah dan berkata. Kursi premium untuk pertunjukan malam perdana di Broadway.

Aku harus menelepon. Dan nomor kursi yang tertera di tiket Lucas Ford adalah kursi premium. Ia tidak ragu tiket itu sangat mahal. Ia sudah sangat sering menonton pertunjukan teater sehingga ia tahu benar nomor-nomor kursi premium di dalam teater. Sophie masih menatapnya dengan mata lebar.

Lucas Ford ikut mengamatinya. Sophie mendelik ke arah Lucas Ford. Ini tiket malam perdana dan sudah habis terjual berbulan-bulan yang lalu. Setelah itu ia menghampiri Lucas Ford sambil melilitkan syal di sekeliling lehernya. Lalu ia berkata. Mata Lucas menyipit sedikit. Pada saat yang sama. Christina mendorong bahu Sophie dengan bahunya sambil tersenyum lebar.

Sophie melepas celemeknya dan masuk kembali ke bagian belakang toko untuk mengambil jaket dan tas tangannya. Sophie menatap Lucas Ford dengan mata disipitkan. Lucas Ford menggeleng singkat dan tersenyum kecil.

Lucas meringis. Lucas Ford menoleh ke arah Christina dan berkata. Seharusnya kau merasa tersanjung. Senang berkenalan denganmu.

Dia hanya bercanda. Dia bukan siapa-siapaku. Ia mencoba menghubungi ponsel Sophie. Tidak ada lagi pasien yang harus ditanganinya. Waktunya makan malam. Spencer mencoba menghubungi A Piece of Cake.. Mungkin itu sebabnya dia tidak menjawab telepon.

Ia melirik jam tangan dan tersenyum kecil. Waktunya pulang. Lucas Ford? Dia pergi menonton pertunjukan. Laki-laki yang tidak disukai Sophie? Tidak ada jawaban. Spencer Wilson memijat-mijat bahunya yang pegal dan menguap. Ada apa? Setelah itu ia menutup telepon tanpa menunggu balasan dan berbalik ke arah si perawat. Sophie sama sekali tidak ingin berbicara dengan Lucas Ford. Bagaimana mungkin ia mau pergi bersama laki-laki itu? Aku harus pergi. Aku hanya tidak menyangka mereka berteman..

Pekerjaanku sudah selesai dan kita bisa makan malam sambil mengobrol kalau kau mau. Lalu pria itu berdiri dan tersenyum lebar kepada Spencer. Setelah melihat wajah pria itu dengan jelas. Spencer Wilson. Sosok pria berambut gelap itu sepertinya tidak asing. Kulihat kau masih sama seperti dulu. Ia baru berjalan beberapa langkah ketika pria yang sedang duduk itu mengangkat wajah dan melihatnya.

Ia melihat seseorang duduk di deretan bangku yang dirapatkan ke dinding koridor. Spencer juga tersenyum lebar dan mempercepat langkah. Apa yang kauharapkan? Kemudian ia pun berjalan menghampiri tamunya. Masih sibuk dengan toko kuenya. Aku hanya bertanya-tanya apakah dia masih menungguku. Dan ada sesuatu dalam nada suara Adrian saat itu yang membuatnya penasaran. Adrian merentangkan tangan dan tersenyum lebar.

Dia sangat baik. Para penonton yang memadati teater itu mulai berdiri dan bersiap-siap keluar. Tapi babak pertamanya agak membosankan. Cukup bagus.

Tan in blue ilana pdf novel a gratis moon

Tidak membosankan sama sekali. Ini pertunjukan teater pertama yang kutonton. Orkestra mengakhiri lagu penutup dan para penonton yang masih ada di dalam teater bertepuk tangan. Lucas mengangkat bahu. Kegembiraan gadis itu terlihat sangat jelas. Apakah gadis itu baru saja menyatakan persetujuannya?

Lucas berdiri dan melakukan hal yang sama. Lucas cepat-cepat memutar otak.. Sophie ragu sedetik. Lucas mengerjap. Tidak ingin membuat suasana hati gadis itu memburuk. Nicholas Li memandang Lucas dan Sophie bergantian dengan alis berkerut samar. Alias kekasih gadungan Sophie.

Lucas harus mengambil kesimpulan bahwa makanan di sini mungkin memang lezat. Nicholas Li. Dan ya. Kupikir kita teman baik. Lucas membalas tatapan laki-laki itu dengan tenang. Nicholas Li duduk semeja dengan mereka atas ajakan Sophie dan menatap Lucas dengan tatapan curiga. Mungkin karena ia suka melihat kilatan di mata Sophie setiap kali Sophie membalas kata-katanya.

Sophie mendengus. Mungkin karena ia suka melihat reaksi gadis itu. Tunggu sebentar. Jelas sekali bahwa keluarga Li dan keluarga Wilson saling mengenal dengan baik. Li datang. Ini pertama kalinya ada acara lamaran di sini.? Tepat pada saat itu Mrs.. Dan masalah cincin terlupakan untuk sementara. Aku ingin melihat cincinnya. Kemudian ketika Mrs. Sophie mendesah dalam hati. Ia tidak bisa melihat dengan jelas di dalam taksi yang gelap. Maksudku Nicholas Li. Sophie mengerjap sekali lagi.

Jangan sampai hilang. Sepertinya Nic harus lebih berhati-hati. Dan umumnya laki-laki tidak akan peduli dengan hal-hal remeh semacam itu. Ia ingat Nic tadi memang ribut ingin melihat cincin yang disematkan Lucas Ford di jarinya tanpa izin.

Ia juga merasa telah menyinggung perasaan laki-laki itu. Kalau Sophie mau jujur. Sophie mundur menjauh dan duduk bersandar kembali. Sophie tidak bisa menyingkirkan perasaan bersalah yang mulai menggerogoti dirinya.

In a Blue Moon-ilana Tan

Lucas Ford sepuluh tahun yang lalu memang tidak memiliki sisi baik sedikit pun di mata Sophie. Sophie terdiam sejenak. Ia melihat kesungguhan di mata Lucas. Kuperingatkan padamu. Ternyata kau masih sama seperti dulu. Sisa perjalanan mereka dilewati dalam keheningan. Aku akan membuatmu menyesal seumur hidup. Sophie mendongak dan untuk pertama kalinya menyadari seberapa dekat mereka berdiri. Lucas Ford menyela. Mengatakan terima kasih atau apa saja.

Lucas Ford masih belum bersuara. Sophie sedang berpikir apakah ia harus mengatakan sesuatu untuk memperbaiki keadaan ketika Lucas membuka pintu mobil dan melangkah keluar. Setelah mereka tiba di bawah atap batu di depan pintu gedung. Keheningan di dalam mobil dipecahkan oleh Sophie ketika ia meminta sopir taksi menghentikan mobil di depan gedung apartemennya.

Sophie tahu ia harus mengatakan sesuatu.

Mereka berjalan cepat melintasi trotoar dan menaiki tangga batu di depan gedung. Malam ini sebenarnya berjalan dengan sangat baik. Lucas juga terlihat senang mengobrol dengan Nic dan Mrs. Sophie masuk ke apartemennya dengan langkah berat. Selama perjalanan ke apartemen Sophie. Recent Posts. This is the title of your second post.

June 10, This is the title of your first post. July 1, Featured Posts. March 29, Share on Facebook. Share on Twitter. Follow Us. New York. Search By Tags. June May April March February January December July 1. June 1. May 1. Norah Horowitz, Ph. My Approach.

This site was designed with the.